Kebudayaan Nyeput dan ritualnya

Bismillahirrohmanirrahim….
Assalamualaikum Warahmatulla Hiwabarakatuh
Kembali lagi di Blog saya  dengan cerita baru dan pastinya pengalaman baru,Hari sabtu, 2 november 2019 jam 11:00 saya dan teman-teman perg untuk yang kedua kalinya ketempat yang sama. Pada kesempatan ini saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan saya dan teman-teman saya untuk pergi NYEPUT ke Lombok tengah bagian pujut desa bangket parak,oke guys jadi nyeput adalah adalah tradisi atau ritual yang di lakukan oleh para masyarakat kuno, tradisi nyeput ini dapat di artikan sebagai memilih salah satu lembar takepan  naskah kuno,dan sebagaimana kita tahu bahwa ritual merupakan serangakaian kata yang dilaksanakan berdasarkan suatu agama atau bisa juga berdasarkan tradisi dari suatu daerah atau komunitas tertentu kegiatan-kegiatan dalam ritual biasanya sudah di atur dan di tentukan dan tidak dapat dilaksanakan sembarangan, dan kata bapak mujahidin nafis biasanya yang di pakai orang nyeput adalah takepan yusuf dan labangkare,Dalam proses nyeput di awali dengan membaca shalawat 3 kali kemudian mengucapkan kalimat bismillah setelah itu mencabut naskah menggunakan tangan kanan dan tangan kiri yang memegang tali pada lontaran tersebut.Pada saat itu saya mendapatkan sesi kedua dalam nyeput kebetulan saya mendapat tembang  asmarandane,yaitu tembang yang popular dalam masyarakat berasal dari dua kata yaitu asmara (cinta) dan dahana (api) asmarandane diartikan sebagai cinta yang sedang bergelora.Bisa ungkapan hati yang sedang berbunga-bunga,maupun perasaan yang sedang hancur dan berantakan.
Asmarandane memiliki aturan unik dan berbeda dari yang lainnya
1. Terdiri dari tujuh baris pada setiap baitnya di sebut guru gatra.
2. Bunyi akhiran a-i-e-a-a-u-a.Disebut guru lagu.
3. Jumlah suku katanya adalah 8-8-8-87-8-8.Disebut guru wilangan.

Dan dibawah ini adalah contoh gambar takepan asmarandane yang saya dapatkan
Tembang Rengganis (Percintaan).

Pada proses nyeput tersebut kami di bantu oleh tiga orang petuah pak mujahidin nafis sebagai pembaca dan pak haji Najamuddin yang mengartikan dalam bahasa sasak dan pak Mustafa parna mengartikan dalam bahasa Indonesia,nah seperti apa yang saya sampaikan di atas tadi bahwa saya mendapatkan tembang asmarandane dalam satu lontaran itu isinya adalah seorang raja yang memerintahkan patihnya, tapi seorang patih ini tidak bisa namun ada seseorang  yang bisa yang tau jalan untuk mencari  putri sang raja lalu dia tunjukkan orangnya di belakang saya lalu dibawa labangkare sama patih itu lalu sang raja ini  menyuruh patih tapi patih tidak bisa.jadi kalau di kaitkan sama tugas jikalau saya ingin mencari sesuatu tapi saya tidak bisa lalu ada orang yang membantu dan mengarahkan saya dalam mencari sesuatu tersebut.
Proses Nyeput



Jadi dalam cerita ini saya memakai pendekatan Sosiologi Sastra, Menurut pendekatan sosiologi sastra dilihat dari hubungannya dengan kenyataan, sejauh mana karya sastra itu mencerminkan kenyataan.Kenyataan ini mengandung arti yang cukup luas,yakni segala sesuatu yang di acu oleh karya sastra itu sendiri.Demikianlah, pendekatan sosiologi sastra menaruh perhatian pada aspek dokumenter sastra merupakan gambaran atau potret fenomena sosial. Sastra menyajikan gambaran kehidupan dan kehidupan itu sendiri sebagian besar dari kenyataan sosial. Dalam pengertian ini kehidupan mencakup hubungan antarmasyarakat dengan orang-orang,antarmanusia,antarperistiwa yang terjadi dalam batin seseorang.

Oke guys mungkin segini cerita yang dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya saya mohon maaf karena masih dalam tahap proses belajar.

Wassalamualaikum Warahmatulla Hiwabarakatuh…

Komentar

  1. Sedikit komen saja... Setelah koma jangan lupa spasi😁

    BalasHapus
  2. SubhanAllah wabihamdihi subhanAllahilnaazim

    BalasHapus
  3. Sangat jelas penjelasan tentang Nyeput. Sangat bermanfaat 🔥

    BalasHapus
  4. Artikel ini mengajarkan ku arti sebuah kenyamanan, keamanan, ketertiban, kemanusiaan, keteraturan, kerapian, kerajinan, kesopanan, kebersihan, keberanian, kekeliruan, keharmonisan, kesusilaan, kehausan, kelaparan, kemungkaran, kezoliman, keberpihakan, kecurangan, kepintaran, kebodohan, ketepatan, kelincahan, kegesitan, kekuatan, kemusyawaratan, kebablasan, kerinduan, kecintaan, kedinginan, kepanasan, kesiangan, ketindihan, ketiduran, kemasyarakatan, kejombloan, kepolosan, kelicikan, kekerabatan, kekeluargaan, keberlangsungan, kemaslahatan, kesehatan, kesakitan, ketekunan, kemanusiaan, keharuman, kebauan, kelemahan, kelebihan, kegagalan, keberhasilan, kepergian, keberangkatan, kegagapan, kecepatan, kelancaran, kemerosotan, kepercayaan, kesiapan, kesigapan, kebangkrutan, kesuksesan, kelonggaran, kecapekan, kelelahan, kecurigaan, kehalusan, kekerasan, keceriaan, kemurungan, kesedihan, keselamatan, kekonyolan, kelucuan, keseriusan, kebangkitqn, kehancuran, kesengsaraan, kedamaian, kemapanan, kegensutan, kelangsingan, kekecilan, kebesaran, keberadaan, keberagaman, kebohongan, kesurupan, kesemutan, keindahan, kejelakan, keterkaitan, keterikatan, kesewenang-wenangan, keteraturan, kecolongan, ketampanan, kesempurnaan cintaaaaa teh kotakk

    BalasHapus

Posting Komentar